Jika dengan melepaskanmu aku menjadi pribadi yang lebih baik, aku terima! Jika menjauhimu mendekatkanku pada kasih sang Khaliq, aku terim...
Boleh Baca, Di Larang Baper
Jika dengan melepaskanmu aku menjadi pribadi yang lebih baik, aku terima! Jika menjauhimu mendekatkanku pada kasih sang Khaliq, aku terim...
Semenjak gabung bersama ODOP saya langsung berfikir. Jika dalam satu minggu kita menulis 5 buah tulisan, maka dengan istiqomah dalam satu ta...
Mereka tidak bodoh. Mereka tidak gila. Mereka sama seperti kita. Punya hati punya perasaan. Mereka punya akal dan fikiran Mereka layak...
Aku kira akan seperti ini lah jadinya, aku pulang, menikah, berumahtangga dan bahagia. Sementara kau masih mengembara di atas samudera, mela...
sumber : google image Tidak perlu merawat diri sebegitu rumit. Cantik atau tidaknya dirimu yang terlahir sebagai wanita, Engkau telah d...
Sosial media telah kembali mempertemukanku denganmu. Seseorang yang pernah satu kelas 4 tahun lalu. Ku beranikan diri menyapa, barangkali ka...
Hal yang paling aku ingat adalah pertama kali aku melihat dunia. Ya, aku menangis tapi orang di sekelilingku bahagia. Entah kenapa hal itu m...
Aku adalah wanita yang aktif di media sosial, hingga kemudian kebiasaan itu terbawa walaupun sudah menjadi ibu rumah tangga. Suatu pagi, si ...
Hidup di masyarakat berbudaya mengharuskanku mengikuti aturannya. Dari mulai di kandung badan udah pake selametan, lahir pake selametan, dik...
Kini aku benar benar mengerti, tidak ada alasan yang di benarkan, untukmu aku menyimpan perasaan. Tidak ada alasan yang juga di perbolehkan ...
Meski aku menjadi perempuan yang paling lambat menikah di antara teman temanku tapi aku beruntung karena pada akhirnya Allah menjatuhkan pil...
Assalamu'alaikum. Terimakasih telah menyempatkan diri untuk membaca seperti halnya aku selama ini yang setia menjadi pembaca karyamu...
Selamat datang tetamu ku. Aku hanya rumah kosong yang sempat di tinggal pemiliknya beberapa tahun lalu, karena ada rumah yang lebih bagus...
Selamat malam Tuan. Ku sapa dirimu lewat semilir angin dalam kegelapan. Aku sang pemilik sepi. Yang bahkan bayang bayang saja tak ingi...
Aku tengah menyibukkan diri agar lupa jika pernah menanti. Mencoba menghilangkan jejak mu dari memori. Aku tidak ingin menangisi ini, tap...
Kamu benar dalam beberapa hal, Tuan. Bahwa sebaiknya perasaan perasaan yang tidak perlu tidak usah di tanam, tidak usah di rawat, tidak perl...
kamu dan kopi Kamu itu candu. Seperti kafein dalam kopi di setiap pagiku. Rasa manis di awal yang menyisakan pahit di akhir justru itu...
Padamu, aku laksana Zulaikha pada Yusuf yang jatuh cinta bukan pada saatnya, bukan pada masanya. Kau tahu Tuan? aku ini adalah perempu...